Bersama Gereja-gereja Menggenapkan Amanat Agung

Benih harapan telah ditabur, gereja-gereja dan lembaga-lembaga kini berdiri lebih dekat satu sama lain, bersatu dalam panggilan yang sama – menyaksikan Injil menjangkau setiap sudut desa, hingga yang paling tersembunyi sekalipun.

Tomohon, 3 Maret 2025 — Aula Sentra PESAT di Minahasa Selatan itu dipenuhi semangat dan antusias ketika 112 peserta dari berbagai latar belakang berkumpul dalam Seminar Leadership & Church Planting Mobilization. Para peserta yang adalah pemimpin gereja, perwakilan sinode/ lembaga, serta institusi teologi ini duduk bersama membicarakan sebuah visi membawa terang Kristus ke desa-desa yang belum terjangkau.

Peserta seminar kali ini datang dari 22 gereja, 7 lembaga pelayanan, dua STT, serta jemaat biasa yang tertantang untuk pelayanan perintisan.

Tampil sebagai pembicara adalah Board Eksekutif PESAT, Hans Geni Arthanto, MA, dengan tema kepemimpinan dan Samuel Wasikin, M.Ag, yang mengangkat urgensitas pelayanan pedesaan. Seminar ini mengajak peserta untuk melihat desa bukan sebagai tempat yang tertinggal, tetapi sebagai ladang subur yang siap dituai.

Membakar Semangat

Selain menambah wawasan, juga membakar kembali semangat panggilan pelayanan yang sejati. Tujuan utama dari seminar ini, yaitu: menanamkan prinsip kepemimpinan yang Kristosentris. Memobilisasi gereja-gereja untuk berjalan bersama dalam misi perintisan gereja, khususnya menjangkau desa-desa yang hingga kini belum memiliki gereja. Serta membangun jejaring antar gereja agar tercipta sinergi yang saling mendukung dalam setiap pelayanan misi.

Hasilkan Komitmen Nyata

Puji Tuhan, beberapa peserta komit untuk mendukung dalam doa desa-desa yang belum terjangkau Injil, ada pula yang tergerak mengalokasikan dana secara mandiri untuk mendukung misi dan perintisan. Ada yang mengadopsi desa untuk dibina, mengutus SDM ke Sekolah Tinggi Agama Kristen Terpadu (Pesat), atau mengirim SDM untuk dilatih ke PMTC (PESAT Mission Traning Center). Gereja-gereja dan lembaga-lembaga kini berdiri lebih dekat satu sama lain, bersatu dalam panggilan yang sama – menyaksikan Injil menjangkau setiap sudut desa, hingga yang paling tersembunyi sekalipun.