Home Tentang PESAT Kerjasama Dukung Kami Surat Pembaca Hubungi Kami
Language Selection
Switch to English

 

 
    Opini
 
 

Mazmur 139:13 "Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku." Alkitab adalah kitab tentang anak. Kisah-kisah yang luar biasa tentang anak ada di dalamnya. Ia adalah acuan yang sangat akurat tentang masalah anak. Ada 3598 ayat yang berbicara tentang anak.

tk bina kasih
Anak tidak berdiri sendiri, karena terkait dengan ayah, ibu, kehamilan, angkatan dan generasi. Alkitab juga bicara belasan kisah tentang anak-anak. Ada kisah tentang anak yang taat tetapi ada juga kisah tentang anak yang tidak taat seperti kisah tentang anak bungsu yang terhilang. Ada anak yang hormat kepada orang tua dan ada juga anak yang tidak hormat kepada orang tua. Hal ini dialami oleh Daud yang menderita akibat perlakuan anaknya yaitu Absalom. Contoh anak yang tidak setia dan berdosa adalah Hofni dan Pinehas, anak dari Imam Eli yang merampok semua bagiannya Tuhan dan jatuh dalam dosa perzinahan. Kesalahan terbesar dari Imam Eli adalah ia tidak pernah bertindak tegas kepada anak-anaknya sehingga hukuman Tuhan harus berlaku kepada kedua anaknya.

Dalam Alkitab juga tercatat kisah tentang anak-anak yang dibunuh atau dibantai seperti pada jaman Musa. Hal ini juga terjadi pada jaman Yesus dimana semua anak yang berusia 2 tahun ke bawah harus dibunuh.  Pembantaian anak terus terjadi sampai hari ini baik akibat konflik atau lewat aborsi. Angka resmi 2 atau 3 tahun lalu tercatat 2,5 juta anak  diaborsi setiap tahunnya. Pengguguran adalah istilah halus dari aborsi yang arti sesungguhnya adalah pembunuhan. Fakta yang menyedihkan adalah banyak orang Kristen juga melakukan hal ini. Beberapa orang hidupnya menjadi rusak setelah melakukan  aborsi karena hidupnya berada di bawah kutuk.

Dari paparan ini dapat disimpulkan bahwa Alkitab adalah kitab tentang anak. Kisah–kisah yang luar biasa tentang anak ada di dalam Alkitab. Melihat hal ini maka tentu kita dituntut untuk memiliki perhatian yang serius kepada permasalahan anak. Anak adalah ciptaan Tuhan. Mazmur 139:13 “Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku”. Ayat ini menjelaskan kepada kita bahwa Allah sendiri yang membentuk seorang anak. Dalam Mazmur 139:16 dijelaskan bahwa dalam kitab Tuhan tertulis semuanya hari–hari yang akan dijalani. Kebenaran ini menjelaskan ternyata ada kitab harian tentang hidup kita mulai dari kita selagi bakal anak dan tidak hanya tentang kelahiran dan kematian saja. Allah punya rencana yang spesial bagi seorang anak.

Dalam Kej 1: 26 dikatakan bahwa Allah menciptakan manusia menurut gambar dan rupa Allah. Yang sama adalah karakter dan sifat-sifatnya. Serupa dan segambar dengan Dia artinya adalah memiliki karakter menjadi seperti Kristus dan juga menjadi makhluk rohani. Anak-anak lebih mudah dididik dan disiapkan karena seperti semen basah. Cetakan yang kita berikan kepada anak akan menentukan. Jika anak dibentuk dengan cetakan yang benar. Dalam Matius 1:17 dijelaskan kesimpulan dari silsilah Tuhan Yesus. Jumlah yang seharusnya adalah 42, tetapi jika kita baca dan urutkan dari atas sampai ke bawah maka jumlahnya hanya  41. Jadi sebenarnya masih ada generasi ke 42 yang ditunggu-tunggu oleh Tuhan.
 
tk pamorimoi halmahera

Tetapi pilihannya ada pada kita apakah generasi ini akan menjadi generasi yang hilang (lost generation) karena dirusak/direbut oleh iblis dan dunia yang berdosa ini atau menjadi generasi masa depan gereja dan bangsa karena kita mempersiapkan, membentuk dan mendidik mereka menjadi alat anugrah Tuhan. Anak adalah milik pusaka Tuhan yang  diperhatikan dan dilindungi oleh Tuhan. Dalam Matius 18 Yesus berkata bahwa barangsiapa menyesatkan anak–anak maka lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia ditenggelamkan ke dalam laut .Tuhan tahu bahwa anak adalah manusia yang tidak berdaya dan milik pusakaNya. Tuhan mau kita melayani anak-anak dengan segenap hati karena Dia punya perhatian yang sangat besar kepada anak–anak.

Anak seperti anak panah di tangan pahlawan

Yang pertama anak panah itu harus lurus. Yang kedua harus kuat. Tuhan mau anak–anak yang dikaruniakan kepada kita entah itu anak kandung maupun anak–anak rohani kita menjadi anak yang lurus hidupnya dan kuat baru dia bisa menjadi anak panah di tangan pahlawan. Orang tua, guru–guru di sekolah, pendeta, guru sekolah minggu adalah para pahlawan yang mempunyai peran yang besar dalam membentuk anak.

Anak hidup dalam suatu konteks

Rumah, sekolah, gereja, kerabat dan kebijakan pemerintah. Kehidupan di rumah akan mempengaruhi anak. Jika hubungan orang tua kurang harmonis maka akan mempengaruhi kejiwaan anak. Jika gereja tidak punya program pembinaan anak yang baik maka akan mempengaruhi pertumbuhan rohani anak. Kalau sekolah guru–gurunya tidak mempersiapkan pengajaran dengan baik dan memberikan teladan maka akan mempengaruhi anak. Kerabat dan kebijakan pemerintah juga mempengaruhi anak. Anak tidak bisa tumbuh dengan sendirinya, ada konteks lingkungan yang mempengaruhi dia.
Selain dipengaruhi maka anak bisa mempengaruhi orang-orang di sekitarnya misalnya orang tuanya walaupun pengaruh anak kepada lingkungannya kadang–kadang bisa kecil dan besar.

Pendidikan Anak     

Amsal 22 :6, “Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu”. Pertama, mendidik berarti dilatih, berasal dari akar kata bahasa Ibrani yang bicara mengenai akar gusi. Pada jaman dahulu untuk menimbulkan rasa haus pada bayi, bidan–bidan di Israel mengambil cairan kurma lalu dioleskan dan dipijit di gusi bayi sehingga menimbulkan rasa haus yang menyebabkan bayi mau minum susu. Jadi sebenarnya pendidikan harus menimbulkan rasa haus pada anak sehingga anak ingin belajar. Pendidik harus mempunyai kreatifitas sedemikian rupa sehingga menumbuhkan kehausan untuk belajar.
Kedua, pendidikan bicara tentang tali kekang. untuk mengarahkan anak supaya anak tidak pergi ke arah semaunya tetapi jika ada kendali maka anak bisa diarahkan supaya tidak melangkah ke arah yang salah.

Menurut jalan yang patut baginya artinya jalan yang patut menurut pandangan Tuhan. Anak  perlu diajar mana hal–hal yang benar dan yang salah.  Patut baginya juga berarti cocok bagi sang anak.  Karena anak adalah pribadi yang unik, anak yang satu berbeda dengan anak yang lain. Orang tua harus memahami perbedaan–perbedaan yang dimiliki oleh anak dan jangan membanding–bandingkan anak yang satu dengan lainnya.  
Pada masa tuanya berarti bahwa waktu mendidik anak yang dilihat adalah waktu ke depan. Orang tua akan mempersiapkan segala sesuatunya untuk pendidikan bagi anak. Misi selalu bersifat progresif dan tidak statis. Sama seperti situasi orang tua mempersiapkan anak maka misi gereja harus melihat ke depan.

tk bigung  
Anak adalah sekarang dan hari esok. Mempersiapkan gereja masa yang akan datang dengan mempersiapkan anak pada hari ini. Kalau kita hanya melihat hari ini kita lupa esok maka kita hanya memikirkan apa yang ada sekarang lalu anak menjadi terlantar dan tersisih. Orang tua yang maju hari ini  memikirkan anak lebih dari dirinya sendiri. Kalau gereja ingin menjadi gereja yang kuat maka orang-orang di dalamnya harus menjadi orang-orang yang kuat. Orang yang kuat tidak dilahirkan tetapi dibentuk. Oleh sebab itu harus ada pengkaderan untuk menyiapkan anak-anak menjadi calon–calon pemimpin masa depan.

Dari masa kanak–kanak harus ditanam nilai–nilai kejujuran, nilai pengampunan, nilai mengasihi, nilai kesetiaan kepada Tuhan. Pada akhirnya gereja akan melahirkan generasi masa depan gereja dan bangsa yang memberi dampak pada  masyarakat.     

Share on Facebook

.............................................................................................................................

 
 
 
TORAJA: Bapak Pendidikan bagi Simbuang

 

 
 
 
 
 
fb Share on Facebook
 
 
 
Copyright © 2008 PESAT. All rights reserved.