Home Tentang PESAT Kerjasama Dukung Kami Surat Pembaca Hubungi Kami
Language Selection
Switch to English

 

 
    Opini
 
 

Abad ini akan didominasi pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di segala bidang. Berbagai negara bangsa berlomba mengembangkan talenta anak-anak mudanya mencapai prestasi maksimal.

Anak-anak muda dengan prestasi tinggi akan menduduki posisi-posisi penting untuk pengembangan teknologi masa depan. "The battles for the future will be battles for talent," demikian dikatakan PM Inggris Wisnston Churchill di Harvard University, AS, pada tahun 1943.

Tak ada yang lebih efektif untuk mengembangkan talenta dan membangun bangsa kecuali dengan pendidikan yang baik bersamaan layanan kesehatan prima dan input makanan berkualitas.

Beberapa waktu lalu pelajar-pelajar Indonesia meraih penghargaan internasional dalam beberapa kompetisi sains. Dan kita pun bangga. Namun sayangnya, fakta prestasional pelajar-pelajar tersebut tidak sekaligus menunjukkan kualitas umum anak didik bahkan pendidikan di Indonesia secara keseluruhan. Lebih menarik, adalah kenyataan besarnya potensi anak dan kaum muda berhenti di usia dini. Talentanya tak sempat ranum, malah busuk dan mati. Sistem, pola gaya, dan infrastruktur pendidikan kita ternyata tidak cukup berhasil mengembangkan dan mengoptimalisasi talenta serta potensi muda itu.

Dibanding dengan negara-negara lain, kita sangat memerlukan perbaikan konsumsi protein hewani yang terdapat dalam telur, susu, daging, dan ikan yang amat penting bagi pertumbuhan fisik dan kecerdasan. Perbaikan itu terkait kemampuan ekonomi masyarakat. Karena itu perbaikan gizi masyarakat seiring dengan upaya peningkatan kualitas SDM pasti terkait upaya peningkatan kesejahteraan rakyat. Tidak akan ada perbaikan kualitas SDM tanpa perbaikan gisi masyarakatnya.

Puji Tuhan kita bisa mengintervensi kesehatan penduduk Yahukimo di Papua, anak-anak malnutrisi dan busung lapar di Sumba Barat, NTT, dan mendidik kelompok-kelompok kecil anak-anak melalui TK, SD, SMP, dan SMA kita di desa-desa Indonesia untuk turut membangun bangsa demi mengimbangi kemajuan zaman.

Tidak dipungkiri bukankah penilaian harkat, derajat, dan martabat suatu bangsa kian diukur dati tingkat kesejahteraan, peradaban dan keimanannya? Karena itu, peningkatan standar hidup dan kualitas manusia Indonesia perlu dilakukan sungguh-sungguh, tidak hanya oleh pemerintah, tetapi juga oleh gereja, oleh kita, oleh tiap-tiap keluarga, dan tiap-tiap orang.

Membangun manusia Indonesia seutuhnya. Apakah Anda siap?

Share on Facebook

.........................................................................................................................

 
 
 
 
TORAJA: Bapak Pendidikan bagi Simbuang

 

 
 
 
 
 
fb Share on Facebook
 
 
 
Copyright © 2008 PESAT. All rights reserved.