Home Tentang PESAT Kerjasama Dukung Kami Surat Pembaca Hubungi Kami
Language Selection
Switch to English

 

    Features

The Journey of Minggus & Nies: _--------------------------------------------- - Bapak Pendidikan bagi Simbuang

ditulis oleh: Toni

---------------

Sempat disangka “Missing in Action”, karena tak ada komunikasi sedikitpun. Mereka masuk terlalu dalam ke pelosok Toraja. Tiga tahun kemudian dikabarkan mereka telah membuka SD, serta merintis SMP dan SMA.
     
Bulan September 2005, Dominggus dan Nies berjalan meniti bukit-bukit berumput yang terjal dan menuruni lembah-lembah curam di wilayah Kabupaten Mamasa, Tana Toraja, pelosok Sulawesi Selatan yang berbatasan dengan Sulawsei Barat.   dominggus rerung & nies yigibalom

Tidak ada transportasi yang melintasi trek pegunungan seperti ini, mereka berdua dengan bekal seadanya, berjalan lima hari lima malam untuk sampai ke desa Simbuang, desa penghasil Kopi Toraja yang terkenal itu, sekaligus desa yang paling IDT di Tana Toraja.

Sesekali mereka beristirahat dan tidur di tepi jalan setapak dalam perjalanan panjang itu. Perjalanan misi menuju Simbuang ini mereka lakukan setelah sebelumnya selama enam bulan mereka bergumul di satu desa terakhir di jalur yang menuju Simbuang.

Menjelang sore di hari kelima, mereka menginjakkan kaki di garis finis, desa Simbuang. Awal dari perjalanan panjang mereka melayani, memberkati, dan membangun generasi dan masyarakat Simbuang.

 
pegunungan
Gunung dan lembah yang mereka lalui untuk sampai ke desa Simbuang

 

     
bersama sesepu adat
Nies diantara sesepuh adat
 

Membuka SD,  Menjadi Guru Sukarela
Simbuang dihuni oleh orang-orang asli suku Toraja yang masih kuat menjalankan agama nenek moyang mereka, Alu Todolo. Orang Simbuang bertani untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.
Di Simbuang anak-anak tidak bersekolah ketika Minggus dan Nies tiba. “Tidak ada guru,” kata mereka. Minggus dan Nies melihat hal ini sebagai jalan yang Tuhan telah bukakan bagi mereka untuk pelayanan di sana. Mereka pun membuka Sekolah Dasar dan menjadi guru sukarela yang mendidik sedikitnya 72 anak murid.

     
sma simbuang
SMA Simbuang yang dirintis
 

Merintis SMP dan SMA
Waktu berlalu, pelayanan berkembang dan mulai menampakkan buah-buahnya yang ranum. Sukses membuka SD, tidak membuat mereka berhenti sampai di situ, mereka malah merintis pendirian SMP bahkan kemudian SMA. Aktivitas mereka membangun generasi di Simbuang ini tak pelak sangat menyita perhatian dari pemerintah daerah, yang kemudian turut mendukung mereka dengan membangunkan tempat untuk sekolah.
Di Simbuang kini ada pemandangan baru yang belum pernah ada sebelumnya.. iring-iringan anak-anak berseragam sekolah.

     
smp
SMP Simbuang yang dirintis
 
panen
  desa simbuang
Desa Simbuang terletak di sebuah lembah besar diantara perbukitan di sana. _______Terisolasi karena faktor geografis.
the people
 
laki-laki simbuang
 
  lembah
Share on Facebook 
 
........................................................................................
 
 
TORAJA: Bapak Pendidikan bagi Simbuang

 

 
 
 
 
 
fb Share on Facebook
 
 
 
Copyright © 2008 PESAT. All rights reserved.