Kesadaran gereja dan lembaga pelayanan kristiani untuk ambil bagian dalam pelayanan pendidikan anak memang sudah sangat tampak. “Kami mempunyai pengalaman empat kali menyelenggarakan training, lalu sengaja berhenti untuk melihat dampaknya, dan apa yang terjadi adalah desakan yang kuat dari gereja dan lembaga memaksa kami untuk melakukannya lagi,” demikian Rustanto Basuki, Manager Regional PESAT Sumbagut.
Gereja ingin andil dalam program nasional; mencerdaskan bangsa, salah satunya adalah membangun generasi masa depan bangsa melalui layanan pendidikan anak. “Dan untuk itu mereka memerlukan SDM yang trampil, terlatih, dan qualified di bidangnya,” lanjutnya.
Sementera pribadi-pribadi yang ingin menjadi pelayan anak seperti guru SM dan TK pun jumlahnya meningkat, tidak sekedar peduli anak, mereka merasa terpanggil untuk itu.
Fiona (19) awalnya adalah guru SM, ia bahkan yang mengusulkan agar gerejanya membuka TK. Sepulang dari pelatihan, gerejanya menggelar TK dan ia sebagai pengajarnya..
Training yang sebelumnya hanya diadakan di Sibolangit Medan pun, kini dibuka juga di beberapa sentra pelatihan yang lain seperti Samarinda, Pontianak, dan Mentawai. Dan Sejak awal hingga pertengahan tahun 2009 ini saja telah melatih 123 orang. Di Samarinda, Bulan Agustus ini sebanyak 13 peserta telah dinyatakan lulus dan berhak atas sertifikat mengajar TK.
Jumlah peserta sebenarnya bisa membengkak lagi, hanya karena alasan efektivitas terpaksa sentra menerapkan sistem quota, jadi mereka yang tidak tertampung bisa mendaftar lagi di pelatihan berikutnya, sekitar 4-6 bulan lagi.
Training sebagai Solusi
Di Indonesia masih terdapat 19 juta (73%) anak-anak yang belum mendapat layanan pendidikan. Minimnya fasilitas pendidikan usia dini di pedesaan menjadi salah satu penyebab rendahnya kualitas pendidikandan dan minat belajar anak di sana.
Tujuan sebenarnya dari training ini adalah untuk melatih sumber daya yang dimiliki gereja, diberdayakan, dan dapat menyelenggarakan TK bersamaan dengan melakukan pelayanan anak yang efektif bagi jemaat dan masyarakat sekitar.
Disambut dengan antusias oleh para pelayan anak, tentu sangat mengembirakan buat kita semua. Kita bisa berbagi tugas membangun generasi bangsa.