Home Tentang PESAT Kerjasama Dukung Kami Surat Pembaca Hubungi Kami
Language Selection
Switch to English

 

 
    Perspektif
 
 

Mentawai, hanyalah gugusan pulau-pulau kecil yang mengapung-apung atau bahkan timbul-tenggelam di tengah samudera raya. Ia bahkan hanya digambarkan dengan secuil goresan dalam peta Indonesia, tapi, ada bayak generasi penerus yang membutuhkan kita untuk membangun mereka.
Iklim, cuaca, dan kondisi alam yang tidak bisa diprediksi karena dapat berubah sewaktu-waktu membuat arus transportasi ke Mentawai terbilang sulit. Transportasi udara dan air di sini dapat berhenti setiap saat karena badai, ya, ini memang negeri penuh badai. Dampak dari faktor-faktor tersebut menjadikan Mentawai cukup terisolasi, hingga pembangunan berbagai bidang di sini pun sangatlah lamban.

Satu hal yang patut disoroti di sini adalah sektor pendidikan, pembangunan di bidang ini memang seperti jalan di tempat, keterbatasan jumlah guru yang tak sebanding dengan jumlah anak didik, suatu kendala serius untuk membangun generasi Mentawai yang berpendidikan. Data statistik yang diterbitkan Pemprop Sumbar menyebutkan kurang dari 9% Orang Mentawai yang pernah mengecap pendidikan (7.676 orang), itupun separuhnya  hanya sampai tingkat SMP.

Sejak tahun 1993, kini ada enam TK PESAT dan 18 ibu guru yang melayani anak-anak Mentawai. Kita bisa menyaksikan bagaimana srikandi-srikandi pendidikan kita membangun generasi Mentawai yang berpendidikan,

berkarakter baik, dan beriman. Di TK, ibu-ibu guru muda belia ini melayani anak di semua aspek.

Keenam TK ini sebagian berada di pelosok Mentawai yang lebih sulit lagi menjangkaunya, seperti TK Rehobot di desa Saureinu yang harus ditempuh 2 jam dengan sampan bermesin menyusuri sungai yang mengalir dari pedalaman rimba. Saureinu adalah desa tradisional Mentawai di pedalaman pulau Sipora di tepi aliran sungai Saureinu. “Aku sudah enam tahun tinggal bersama mereka di sini dan mendidik anak-anak,” ujar Selfice Telnoni, ibu guru TK Rehobot, keterbatasan akses transportasi, layanan kesehatan memadai, dan fasilitas telekomunikasi tidak menjadi halangan baginya untuk melayani 47 anak TKnya. Ia ditemani oleh dua rekan guru lainnya; Flora dan Osniati.

Lalu ada pula TK Gracia di desa Bosowa yang harus di tempuh dengan melintasi laut sekaligus menentang badai, di sini ibu Guru Eka Setiahulu melayani 50an anak saban hari. “Pertama kali kemari aku harus bersusah payah belajar bahasa Mentawai untuk dapat berkomunikasi dengan mereka,” cerita Ibu guru Eka. Berkat pelayanan TK kini sudah banyak anak yang bisa berbahasa Indonesia dengan baik.

Penyuluh Desa
Minimnya pengetahuan kaum ibu pedesaan tentang kesejahteraan keluarga juga menjadi perhatian para ibu guru TK, mereka mengambil peran di Posyandu dan PKK, dan turut terlibat memberikan sumbangan pengetahuan mereka melalui penyuluhan-penyuluhan dibalai desa. “Biasanya para guru memberikan penyuluhan tentang kesehatan, memasak, dan tanaman obat,” ujar Ibu guru Eka.

Pelayanan Penuh Resiko
Pulau Mentawai terletak di jalur zona gempa bumi yang aktif dan mahadahsyat di sebelah Selatan pulau Sumatera, dipisahkan oleh lempeng Pasifik dan lempeng Samudera Hindia. Aktivitas gempabumi dan tsumami sudah sangat tinggi sejak gempa samudera Hindia pada 2004. Bulan Desember 2007 silam, gempa dahsyat serupa pun telah merobohkan beberapa TK di sana, ibu-ibu guru ini terpaksa harus tinggal di tenda-tenda darurat.
Namun niat mereka untuk tetap melayani anak-anak dan masyarakat Mentawai tidak berkurang sedikit pun, “Kami tetap berada di lokasi untuk dapat membantu masyarakat, meski saat itu tsunami sangat berpotensi sekali terjadi,” ujar Sarce Lino, guru TK Menahem di desa Mara.

Mereka, para srikandi pendidikan, para guru perempuan yang masih belia ini telah memberikan hidup dan mengabdikan pengetahuannya untuk membangun generasi penerus bangsa. Adalah suatu kebanggan bagi kita untuk dapat mendukung mereka tentunya untuk turut membangun generasi. Amin. <ton>

Share on Facebook 


 
........................................................................................
 
 
TORAJA: Bapak Pendidikan bagi Simbuang

 

 
 
 
 
 
fb Share on Facebook
 
 
 
Copyright © 2008 PESAT. All rights reserved.