Home Tentang PESAT Kerjasama Dukung Kami Surat Pembaca Hubungi Kami
Language Selection
Switch to English

 

    Features
 
 

Usia 0-6 tahun atau golden age hanya sekali bagi seorang anak. Inilah saat yang tepat untuk meletakkan dasar. Perlakuan salah pada mereka saat itu bisa menghancurkan masa depannya. Paulina berjuang selamatkan generasi.

Paulina, adalah guru TK Pemakatan Terpadu yang berdiri di desa Sekabuk, Kec. Sadaniang, Kalimantan Barat, TK ini berdiri sejak 2005 dan sesuai namanya “Pemakatan” yang dalam bahasa Dayak; berarti hasil kesepakatan bersama. Paulina mulai mengajar di situ sejak 2006.

 
  [Paulina Anaeli paulina anaeli

 

Paulina, adalah guru TK Pemakatan Terpadu yang berdiri di desa Sekabuk, Kec. Sadaniang, Kalimantan Barat, TK ini berdiri sejak 2005 dan sesuai namanya “Pemakatan” yang dalam bahasa Dayak; berarti hasil kesepakatan bersama. Paulina mulai mengajar di situ sejak 2006.

Desa Sekabuk, menurut Paulina, dihuni oleh masyarakat Dayak yang sebagian besar adalah petani. “Kesadaran pendidikan di sini, terutama pendidikan usia dini masih sangat rendah,“ katanya. Hal ini terjadi karena berbagai faktor, lanjutnya, diantaranya adalah kurangnya pengetahuan orang tua dan masyarakat akan arti penting pendidikan (usia dini).

Tantangan dari SD
Untuk itu sejak awal ia sudah gencar menyosialisasikan hal tersebut kepada masyarakat . Namun hal ini tidaklah mudah, kendala datang selain dari orang tua ternyata juga dari instansi terkait; SD (yang notabene adalah jenjang pendidikan selanjutnya).

Di satu sisi, orang tua berpikir untuk apa masuk TK, merepotkan, lebih baik usia 5 tahun langsung masuk SD saja, sementara di sisi lain, SD di sini mau menerima murid dengan usia di bawah 6 tahun, jelas Paulina. “Hal ini sungguh bukanlah kerjasama yang baik antar penyelenggara pendidikan, malah cenderung melanggar aturan, bahkan membahayakan sang anak,“ tambahnya.

Padahal, sesuai surat edaran dari Dinas Pendidikan, Paulina melanjutkan, usia minimal masuk SD adalah 6 tahun. Yang kurang dari 6 tahun, dianggap belum saatnya masa sekolah. Menurut Peraturan Pendidikan Nasional (Diknas), usia 4-6 tahun adalah masa mendapatkan pendidikan di TK atau PAUD.

“Hal ini sudah beberapa kali saya bicarakan dengan pihak-pihak terkait, bahkan melibatkan aparatur desa, tapi (kepala SD) tetap tidak mau mendengar,” paparnya. Menurut pakar pendidikian anak, Jika di pendidikan dasar awal, pendidikan anak tak sesuai dengan konsep pendidikan usia dini, maka berbagai kendala sudah siap menghadang. Terutama mental yang akhirnya akan berdampak pada proses belajarnya. Salah satunya anak akan bingung dan merasa  tidak siap menerima materi pelajaran.

Bisa Merusak Masa Depan Generasi Kita
“Bayangkan anak usia 5 tahun langsung masuk SD, sedangkan memegang pensil saja mereka belum bisa, lalu mereka dididik dengan gaya pendidikan formal, matematika, dll.” Ujarnya.

Pendapat beberapa pakar perkembangan dan pendidikan anak pun sempat dimuat di beberapa media massa seputar masalah ini. Menurut mereka, bukan mustahil anak lantas mogok sekolah. Kalaupun dijalaninya, besar kemungkinan penuh keterpaksaan sehingga materi pelajaran yang disampaikan guru tak dapat diserapnya dengan baik. Dampak buruk berikutnya, potensi kecerdasan anak tidak berkembang secara optimal.

Lalu,  kejenuhan bagi si anak untuk melanjutkan sekolah di jenjang-jenjang berikutnya di kemudian hari, karena mereka tidak memiliki dasar yang benar.  Hal ini sungguh terjadi, “Lihat saya disini, anak-anak yang lulus SD kemudian masuk SMP, mereka hanya bertahan 3 bulan sampai 1 tahun ajaran saja, sesudah itu berhenti sekolah,” tegas Paulina.

Terang saja, karena pendidikan anak usia dini adalah jenjang pendidikan sebelum jenjang pendidikan dasar yang merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak agar anak memiliki kesiapan yang optimal di dalam memasuki pendidikan dasar serta mengarungi kehidupan di masa dewasa.

Luncurkan Future Center
Itulah mengapa hingga saat ini Paulina yang didaulat sebagai kader dusun di desa Sekabuk masih penuh semangat mengampanyekan pendidikan anak usia dini meski rintangan menghadang. Mengapa pendidikan anak usia dini itu penting? “Ya, karena masa usia dini merupakan periode emas (golden age) bagi perkembangan anak untuk memperoleh proses pendidikan,” katanya menutup percakapan.

Sejak februari 2010, Paulina dan rekan-rekan guru lainnya telah menambah intensitas layanan mereka, sebuah program pembinaan dan beasiswa bertajuk “The Future Center” telah diluncurkan Sekabuk dengan harapan agar anak-anak bisa terus melanjutkan sekolah ke jenjang yang paling tinggi, potensinya berkembang sampai maksimal, dan meraih cita-citanya. (toni)

Info:
Adapun rentangan anak usia dini menurut Pasal 28 UU Sisdiknas No.20/2003 ayat 1 adalah 0-6 tahun. Sementara menurut kajian rumpun keilmuan PAUD dan penyelenggaraannya di beberapa negara, PAUD dilaksanakan sejak usia 0-8 tahun.

  
fbShare

 

 


 
........................................................................................
 
 
TORAJA: Bapak Pendidikan bagi Simbuang

 

 
 
 
 
 
 
 FUNTRIP TO OUR LOCATION ARROUND INDONESIA
 
 
 
Copyright © 2008 PESAT. All rights reserved.