Bina Kasih bertekad melahirkan generasi baru yang mampu berpikir maju dan melampaui batas berpikir orang tua mereka. Namun, mudahkah pekerjaan itu? Beberapa kendala tentu tak segan merintangi, tapi itulah tantangan yang membuat pelayanan ini semakin hidup, ucap Rostani semangat.
Awalnya kerjasama dengan orangtua murid amat sulit dijalin, “Kami berusaha mendidik anak-anak dengan baik, tapi sebaliknya ortu malah tidak begitu peduli dengan pelajaran maupun sikap mereka di rumah.” Di sini adalah kantong Kristen, tapi justru kami harus berhadapan dengan masyarakat yang curiga dan takut kalau anak mereka akan diajar oleh denominasi Kristen tertentu, jadi kita harus jelaskan kalau kita itu interdenominasi, lanjutnya. Makanya ia dan para guru sering berkunjung ke rumah-rumah murid. Hasilnya, kini ortu-ortu sudah siap mendukung dan bekerjasama dalam mendidik anak-anak mereka.
TK Para Juara
Kerjasama yang baik ini ternyata membuahkan hasil luar biasa, anak-anak lebih cepat dan banyak belajar, pengetahuan bertambah, dan cakrawala berpikir ortu mereka pun semakin luas terbuka. Akhirnya melalui pendidikan TK , aspek intelektual dan rohani anak dapat terbangun dan bisa menjadi berkat bagi orangtua, keluarga dan masyarkatnya, jelas Rostani.
Salah satu ortu murid TK saat dijumpai di desanya mengatakan kalau ia dapat melihat perubahan sikap keseharian anaknya menjadi jauh lebih baik, lebih pintar dan lebih bijak. Menyadari manfaat pendidikan tersebut, ia pun bertekad untuk berusaha keras agar dapat terus menyekolahkan anaknya, “Bagi kami anak adalah harta kami yang paling berharga,” ucapnya. Hal senada pun diungkapkan beberapa ortu di desa-desa lain, “Meski kami tak bisa menyekolahkan semua anak kami ketingkat yang tinggi, tapi kami akan usahakan satu diantara mereka harus bisa,” ucap Sagana Ginting, ayah tiga anak yang berjualan durian dan petai hasil kebunnya.
Baru-baru ini menyambut hari pendidikan nasional di tingkat Kecamatan Sibolangit diadakan berbagai lomba antar taman kanak-kanak yang diikuti oleh enam TK, dan anak-anak TK Bina Kasih menjadi juara satu untuk semua lomba; menyanyi, menggambar, mewarnai, serta juara tiga dalam lomba peragaan busana. Kecenderungan untuk unggul lebih baik dari TK lainnya ini memang sudah nampak sejak tahun-tahun ajaran yang lalu, kata para ibu gurunya. “Bahkan, saat masuk SD mereka menjadi murid-murid terbaik di antara murid lainnya di sekolah baru mereka,” tambah Rostani bangga.
Berpikir melampaui Batas
Usai sudah jadwal kunjungan ke rumah-rumah muridnya, Ibu guru bergegas pulang mengendarai sepeda motornya di bawah rintik gerimis diantara pepohonan nira dan cokelat, sesekali menengok arloji di tangan kanannya, ia harus segera kembali untuk menggelar bimbingan belajar bagi anak TK dan SD pukul tiga sore ini.
Semangat dan penuh energi, demikian untuk menggambarkan Bu Guru Rostani, yang menyimpan harapan besar kalau-kalau melalui TK Bina Kasih, ia dan rekan-rekan guru lainnya (Juwita dan Rosmawati), serta anak-anak muridnya dapat membangun masyarakat dan generasi yang lebih maju, yang mampu menciptakan pemikiran yang melampaui batas berpikir masyarakat desanya kini.. (Toni)
|