Home Tentang PESAT Kerjasama Dukung Kami Surat Pembaca Hubungi Kami
Language Selection
Switch to English

 

    Features

TK Bina Kasih, Sibolangit, Sumatera Utara ;___________________ _ Membangun Anak Melampaui batas Berpikir Orang Desa

 

Sibolangit, 60 KM dari Kota Medan, Sumatera Utara, rumah-rumah papan beratap daun dan seng usang menghiasi tanah yang berbukit-bukit. Ekonomi keluarga-keluarganya ditopang oleh pepohonan nira, cokelat, dan durian, yang membuat penghasilan mereka sebenarnya lebih dari cukup. “Namun budaya di sini mengharuskan mereka untuk mengeluarkan  banyak uang pada acara-acara adat di waktu-waktu tertentu,” jelas Rostani. Itulah mengapa desa-desanya tetap nampak seperti desa miskin.

Ibu Guru Rostani (24) terlihat begitu mahir mengendarai bebek mesin di jalan yang meliuk-liuk itu. Memasuki desa, beberapa orang yang melihatnya segera saja menyapa, ia pun dengan ramah membalasnya. Ia sangat populer di sini, maklum bersama para guru sering sekali datang berkunjung ke rumah anak-anak TKnya yang tersebar di beberapa desa.

 

Ia memimpin TK Bina Kasih yang telah hadir di tanah orang-orang Karo sejak lima tahun silam. Bangunannya masih kelihatan baru lengkap dengan permainan outdoor dan indoor serta perpustakaan yang biasa dibuka untuk semua anak desa setiap hari Kamis. Para guru mengajar dengan berbagai cara demi membangkitkan kreatifitas berpikir dalam diri anak didiknya.

 

Bina Kasih

 

Bina Kasih bertekad melahirkan generasi baru yang mampu berpikir maju dan melampaui batas berpikir orang tua mereka. Namun, mudahkah pekerjaan itu? Beberapa kendala tentu tak segan merintangi, tapi itulah tantangan yang membuat pelayanan ini semakin hidup, ucap Rostani semangat.

Awalnya kerjasama dengan orangtua murid amat sulit dijalin, “Kami berusaha mendidik anak-anak dengan baik, tapi sebaliknya ortu malah tidak begitu peduli dengan pelajaran maupun sikap mereka di rumah.”  Di sini adalah kantong Kristen, tapi justru kami harus berhadapan dengan masyarakat yang curiga dan takut kalau anak mereka akan diajar oleh denominasi Kristen tertentu, jadi kita harus jelaskan kalau kita itu interdenominasi, lanjutnya. Makanya ia dan para guru sering berkunjung ke rumah-rumah murid. Hasilnya, kini ortu-ortu sudah siap mendukung dan bekerjasama dalam mendidik anak-anak mereka.

TK Para Juara
Kerjasama yang baik ini ternyata membuahkan  hasil luar biasa, anak-anak lebih cepat dan banyak belajar, pengetahuan bertambah, dan cakrawala berpikir ortu mereka  pun semakin luas terbuka. Akhirnya melalui pendidikan TK , aspek intelektual dan rohani anak dapat terbangun dan bisa menjadi berkat bagi orangtua, keluarga dan masyarkatnya, jelas Rostani.
Salah satu ortu murid TK saat dijumpai di desanya mengatakan kalau ia dapat melihat perubahan sikap keseharian anaknya menjadi jauh lebih baik, lebih pintar dan lebih bijak. Menyadari manfaat pendidikan tersebut, ia pun bertekad untuk berusaha keras agar dapat terus menyekolahkan anaknya, “Bagi kami anak adalah harta kami yang paling berharga,” ucapnya. Hal senada pun diungkapkan beberapa ortu di desa-desa lain, “Meski kami tak bisa menyekolahkan semua anak kami ketingkat yang tinggi, tapi kami akan usahakan satu diantara mereka harus bisa,” ucap Sagana Ginting, ayah tiga anak yang berjualan  durian dan petai hasil kebunnya.
Baru-baru ini menyambut hari pendidikan nasional di tingkat Kecamatan Sibolangit diadakan berbagai lomba antar taman kanak-kanak  yang diikuti oleh enam TK, dan anak-anak  TK Bina Kasih menjadi juara satu untuk semua lomba; menyanyi, menggambar, mewarnai, serta juara tiga dalam lomba peragaan busana. Kecenderungan untuk unggul lebih baik dari TK lainnya ini memang sudah nampak sejak tahun-tahun ajaran yang lalu, kata para ibu gurunya. “Bahkan, saat masuk SD mereka menjadi murid-murid terbaik di antara murid lainnya di sekolah baru mereka,” tambah Rostani bangga.

Berpikir melampaui Batas
Usai sudah jadwal kunjungan ke rumah-rumah muridnya, Ibu guru bergegas pulang mengendarai sepeda motornya di bawah rintik gerimis diantara pepohonan nira dan cokelat, sesekali menengok arloji di tangan kanannya, ia harus segera kembali untuk menggelar bimbingan belajar bagi anak TK dan SD pukul tiga sore ini.
Semangat dan penuh energi, demikian untuk menggambarkan Bu Guru Rostani, yang menyimpan harapan besar kalau-kalau melalui TK Bina Kasih, ia dan rekan-rekan guru lainnya (Juwita dan Rosmawati), serta anak-anak muridnya dapat membangun masyarakat dan generasi yang lebih maju, yang mampu menciptakan pemikiran yang melampaui batas berpikir masyarakat desanya kini.. (Toni)

 

 

Share on Facebook    
     


 
........................................................................................
 
 
TORAJA: Bapak Pendidikan bagi Simbuang

 

 
 
 
 
 
fb Share on Facebook
 
 
 
Copyright © 2008 PESAT. All rights reserved.