Home Tentang PESAT Kerjasama Dukung Kami Surat Pembaca Hubungi Kami
Language Selection
Switch to English

 

 
   
Let's Share..

Sekitar 15 belas tahun lalu, ketika merintis pelayanan di daerah Muliama, 18 km dr Wamena. Di satu hari minggu, di satu gereja di kampong yg ada di balik gunung,  ada seorang anak yang berusia sekitar 12 tahun. 

Ketika ditanya sekolah dimana, dia mengatakan bahwa sudah 3 tahun  dia putus sekolah, terakhir duduk di kelas 3 SD. Lalu ditanya, apakah mau kembali sekolah ? dia mengatakan mau. Kami urus sekolah di SD terdekat, dapat diterima di kelas 6, tahun itu dia ikut ujian SD, lulus dan melanjutkan SMP dan SMA di Wamena.

Waktu di Wamena, tinggal di asrama “Gloria”, tempat penampungan anak2 jalanan, dan ikut melayani mereka. Lulus dr SMU, dengan pertolongan Tuhan , diterima di Universitas Cenderawasih (Uncen) di Jayapura. Selesai D3, sempat berhenti 2 tahun, lalu melanjutkan ke S1.

Perjalanan hidup dan perjuangannya tidak mudah. Baik masalah keuangan, masalah pribadi, berbagai gejolak sosial yang dialami. Tapi kembali tangan Tuhan yang ajaib selalu menolong.

Hari ini, 25 Agustus  2011, di auditorium Universitas Cenderawasih, dihadapan ribuan orang  yang menghadiri acara wisuda, namanya disebut : Aprinus Kogoya, Sarjana Ilmu Pemerintahan.

Mungkin bagi banyak orang, wisuda adalah biasa, tp bagi kami, menjadi saksi dr satu perjalanan hidup yang luar biasa. Anak putus sekolah, 15 tahun lalu, mungkin akan tetap tinggal dibalik gunung, jika tangan Tuhan tidak menjangkaunya. Tetapi  Tuhan membawa Aprinus mengalami masa depan yang berbeda.

Di acara wisuda itu, kami menyaksikan kebesaran kasih Tuhan.
Terima kasih untuk setiap doa yang dinaikan bagi pelayanan di Papua……………
Kami percaya, akan terus menjadi saksi  atas kasih dan keajaiban Tuhan dalam kehidupan anak2 di Papua.

Sentani, September 2011,
Aris & Lisa

 

"Kita tidak pernah tahu..."
 

Minggu lalu, pulang dari gereja, ada seorang pemuda yang  berteriak-teriak  panggil nama kami, lalu dia kejar motor. Setelah dekat dia salam kami dan sebut namanya. Saya sendiri sudah lupa anak ini, tapi kemudian tahu, bahwa dia salah satu anak yang pernah tinggal dengan kami di asrama anak-anak jalanan yang kami buat di Wamena, Papua sekitar 10 tahun lalu.

 

Yanggi Pahabol namanya, dulu dia hanya mau tinggal empat bulan dengan kami, setelah itu dia lari-lari. Balik lagi ke jalanan, berkali-kali kami jemput, kirim ke sekolah, lari lagi..  Yanggi sempat jadi kondektur dan sopir angkot bertahun-tahun selepas SMP di  Wamena.

Tahun lalu dia kembali ke kampungnya, suatu ketika ia pergi ke gereja di sana dan oleh gembalanya ia disuruh ke sekolah alkitab.

Pertemuan kami sungguh menggembirakan. Dia tidak pernah lupa kami, dan kami sangat senang karena anak yang dulu susah sekali untuk dibina, sekarang jadi seorang hamba Tuhan.

Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi dalam kehidupan seseorang kelak, tapi setiap kesempatan yang Tuhan berikan untuk menolong dan berbuat baik pada seorang anak, tidak boleh dilewatkan, karena suatu kali pasti berbuah.

Lisanasanti, MCE, R&D PESAT Ministry tinggal di Papua
===============

Thanks Lisa atas share-mu.

 

 

 
  _News Features  

  _Opinion  

 
  _Perspektif  

 
 
 
Copyright © 2008 PESAT. All rights reserved.