Minggu lalu, pulang dari gereja, ada seorang pemuda yang berteriak-teriak panggil nama kami, lalu dia kejar motor. Setelah dekat dia salam kami dan sebut namanya. Saya sendiri sudah lupa anak ini, tapi kemudian tahu, bahwa dia salah satu anak yang pernah tinggal dengan kami di asrama anak-anak jalanan yang kami buat di Wamena, Papua sekitar 10 tahun lalu.
 |
|
Yanggi Pahabol namanya, dulu dia hanya mau tinggal empat bulan dengan kami, setelah itu dia lari-lari. Balik lagi ke jalanan, berkali-kali kami jemput, kirim ke sekolah, lari lagi.. Yanggi sempat jadi kondektur dan sopir angkot bertahun-tahun selepas SMP di Wamena.
Tahun lalu dia kembali ke kampungnya, suatu ketika ia pergi ke gereja di sana dan oleh gembalanya ia disuruh ke sekolah alkitab.
|
Pertemuan kami sungguh menggembirakan. Dia tidak pernah lupa kami, dan kami sangat senang karena anak yang dulu susah sekali untuk dibina, sekarang jadi seorang hamba Tuhan.
Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi dalam kehidupan seseorang kelak, tapi setiap kesempatan yang Tuhan berikan untuk menolong dan berbuat baik pada seorang anak, tidak boleh dilewatkan, karena suatu kali pasti berbuah.
Lisanasanti, MCE, R&D PESAT Ministry tinggal di Papua
===============
Thanks Lisa atas share-mu.