“Amazing!” dengan sumringah Pastor Nich menjawab ketika ditanya kesannya tentang apa yang telah ia kunjungi selama lebih sepekan ini, setibanya Jakarta bersama rombongan mengakhiri rangkaian wisata misinya di Indonesia.
Betapa tidak terkejut, mereka harus berperahu di derunya ombak dan angin Samudera Indonesia ketika harus menyambangi TK-TK di Kepulauan Mentawai, harus merasakan basah kuyup oleh hantaman gelombang, lalu harus mendaki hingga ketinggian 3000 Meter untuk sampai ke TK di lereng Merbabu.
Sail the sea by Mentawai traditional boat |
Nich, sapaan akrab Pastor Nicholas Braito, melayani di NCAC, sebuah denominasi gereja di California, Amerika Serikat. Selama sepuluh hari ia dan timnya (9 personel) mengunjungi beberapa lokasi pelayanan PESAT. Mereka terdiri dari beberapa pelajar SMA, mahasiswa, dan majelis gereja. Kunjungan ini tentunya untuk saling menguatkan.
Kesempatan Berharga
Kunjungan tim NCAC ke sini merupakan kegiatan yang difasilitasi oleh program Wisata Misi (WM) PESAT, program yang dirancang untuk mengajak para jemaat, gereja, atau organisasi lokal maupun mancanegara untuk bisa melihat dari dekat, serta memberikan kesempatan bagi mereka untuk berinteraksi dan merasakan dunia pelayanan desa yang sesungguhnya.
|
Makanya, di setiap tour-nya para peserta WM bisa ikut berperan (seolah) sebagai guru TK yang mengajar anak-anak, menginap di lokasi pelayanan, berbagi pengalaman dengan para pengerja, bahkan bagi yang memiliki pengetahuan lebih dibidang tertentu dapat membuat semacam pelatihan atau seminar (yang sudah dipersiapkan bersama penyelenggara), bahkan dapat ikut membantu merenovasi ringan sebuah bangunan TK jika mengerti pertukangan.
Wisata Misi yang dilakukan NCAC kali ini adalah WM yang kesekian yang diselenggarakan untuk jemaat dan organisasi setelah sebelumnya pernah diikuti oleh jemaat dari Inggris dan satu tim dari yayasan pendidikan di Surabaya. WM menawarkan paket-paket perjalanan kedaerah-daerah tertentu sesuai dengan kemampuan (waktu dan anggaran perjalanan) pesertanya.
SNAPSHOTS >>